Blog-nya si Bunda Wulan

Pemilihan Umum Legislatif 2009 – Part 2

Posted on: April 6, 2009

 Part 2 – Dana Pemilu

PERNAHKAH anda menghitung berapa besarnya jumlah uang yang beredar di seputar penyelenggaraan pemilu 2009 ini? Mari kita melakukan matematika sederhana untuk mengira-ngira.

Untuk DPR Pusat saja, terdapat 11.868 orang terdaftar sebagai calon legislatif. Untuk DPR Propinsi DKI Jakarta, terdapat 2.425 caleg. Sedangkan untuk DPRD Kota/Kabupaten tidak ada di Propinsi DKI Jakarta. Untuk DPR Propinsi Jawa Tengah, terdapat 1.350 orang caleg, dan untuk DPRD kota/kabupatennya mencapai 8.750 orang dan 20 orang caleg DPD, sehingga total mencapai 10.328 orang caleg. Itu baru sebagian contoh. Republik ini terdiri dari 33 propinsi, sehingga bisa anda kira-kira sendiri berapa jumlah caleg keseluruhan dari seluruh Indonesia, untuk semua tingkat DPR-DPRD.

Menurut data yang saya peroleh dari berbagai sumber, rata-rata seorang caleg untuk DPR Pusat menghabiskan dana kampanye antara Rp 250 – 500 juta/orang, caleg untuk DPR Propinsi antara Rp 300 juta/orang, sedangkan caleg untuk DPRD kota/kabupaten menghabiskan antara Rp 50 – 150 juta/orang. Angka-angka tersebut hanyalah angka rata-rata. Angka aktualnya tentu jauh lebih fantastik. Sebut saja nama Budiman Sujatmiko, mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang kini menjadi caleg nonor urut 1 dari PDI-P untuk DPR Pusat dapil Jawa Tengah VIII (Banyumas dan Cilacap). Menurut pengakuannya di okezone.com, biaya kampanye yang dikeluarkan pada pemilu 2009 mencapai Rp 800 juta, atau naik 100% dari dana kampanye yang dikeluarkan pada pemilu 2004 lalu.

Kita kembali ke perhitungan matematika sederhana. Jika satu propinsi seperti Jawa Tengah memiliki caleg berjumlah 10.328, dan Indonesia terdiri atas 33 propinsi dan dengan asumsi propinsi-propinsi lain di luar pulau Jawa tidak sepadat propinsi-propinsi di pulau Jawa, maka marilah kita berasumsi jumlah keseluruhan caleg dari seluruh propinsi, bagi untuk DPR Pusat, maupun untuk DPRD Propinsi dan DPRD Kota/Kabupaten dan untuk DPD mencapai angka 150 ribu orang.

uang

Jika setiap caleg mengeluarkan dana kampanye minimal Rp 100 juta setiap orangnya, maka dana yang dikeluarkan jumlahnya mencapai Rp. 15.000.000.000.000,- (lima belas trilyun)!!! Wow…..amat fantastik bukan? Ditengah krisis global seperti sekarang ini, disaat semua caleg mengangkat isu kemiskinan, mahalnya sembako, minimnya akses pendidikan dan kesehatan, mereka sendiri malah menghambur-hamburkan uang dengan jumlah yang sangat besar untuk “menjual diri” mereka.

Sekali lagi, angka diatas sangatlah jauh dari jumlah uang yang sesungguhnya beredar di seputar kampanye dan pemilu 2009 ini. Karena tidak sedikit caleg yang mengeluarkan dana kampanye mencapai Rp 1 milyar. Dan jumlah tersebut belum termasuk dana kampanye yang dikeluarkan dari kas partai politik untuk membiayai rapat umum, iklan di media massa, dan lain sebagainya. Belum juga termasuk biaya logistik pemilu itu sendiri (cetak kertas suara, bilik suara, honor petugas TPS, gaji KPU dll).

Dengan mengeluarkan uang sebanyak itu sebagai modal, bisa dibayangkan apa yang akan dilakukan oleh para caleg itu setelah terpilih dan duduk sebagai anggota dewan yang terhormat. Tentunya berusaha untuk BEP (break event point) sesegera mungkin, dan kemudian mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya untuk  persiapan dana kampanye periode berikutnya, atau setidaknya untuk dana pensiun di masa yang akan datang.

Harga yang terlalu besar yang harus dibayar oleh bangsa ini. Sudah siapkah anda dengan pilihan anda?

Sumber : www.okezone.com, www.surya.co.id, http://mycityblogging.com, www.republika.co.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: