Blog-nya si Bunda Wulan

Antara Padang, Lembah Anai, dan Padang Panjang

Posted on: February 18, 2009

Catatan : Tulisan ini adalah bagian keempat dari enam postingan mengenai liburan ke Padang, Sumatra Barat.

DALAM perjalanan dari Padang menuju Bukit Tinggi melalui Padang Panjang, kami mengunjungi Air Terjun Lembah Anai yang letaknya persis di pinggir jalan raya, kurang lebih 40 menit setelah meninggalkan kota Padang. Tadinya waktu suami mengajak melihat air terjun, yang ada di benak saya saat itu adalah saya harus berjalan kaki cukup jauh  melewati jalan setapak untuk mencapai air terjun tersebut, dengan high heels yang saya pakai. Ternyata bayangan saya sama sekali salah. Air Terjun Lembah Anai ini letaknya persis di pinggir jalan raya. Tinggal parkir mobil di tempat parkir yang tersedia (di tepi jalan itu juga). 

Tiket masuk ke kawasan wisata itu tergolong amat murah, apalagi kalo dibandingkan dengan harga tiket wisata di Jakarta. Cukup membayar Rp 10,000.- rombongan kami yang terdiri dari 5 orang sudah bisa masuk ke taman wisata Lembah Anai. Sejak turun dari mobil, suara air bergemuruh sudah bisa kami dengar. Langkah pun kami percepat, ingin buru-buru tiba di air terjun.

Dan terbentanglah di hadapan kami, dari dinding bebatuan yang terjal, diantara tumbuhan dan semak belukar, air terjun lembah anai setinggi kurang lebih 50 meter. Pemandangan yang sangat menakjubkan. Tanpa dikomando, anak-anak langsung membuka sepatu dan menggulung celana panjang mereka, dan menceburkan kaki mereka ke dalam air yang sejuk.  Saya dan suami pun tidak mau ketinggalan.

Air Terjun Lembah Anai
Air Terjun Lembah Anai
anak-anak ditemani ayahnya main air di Lembah Anai

anak-anak ditemani ayahnya main air di Lembah Anai

 Saking serunya main air, saya terpeleset di salah satu batu yang berlumut, masuk ke dalam air, dan basahlah celana panjang yang saya pakai. Airnya lumayan dingin, brrr….. Selain saya, ada juga seorang turis bule yang karena bajunya basah, dia malah buka semua bajunya, SEMUA!!! Dan sekalian berendam, nudis. Sayang saya dilarang memotret si bule nudis itu.

bundanya ga mau ketinggalan, walau celana panjangnya basah, tetap main air dengan anak-anak di Lembah Anai

bundanya ga mau ketinggalan, walau celana panjangnya basah, tetap main air dengan anak-anak di Lembah Anai

Puas bermain-main air dan foto-foto, kami melanjutkan perjalanan menuju Padang Panjang dan Bukit Tinggi. Sepanjang perjalanan kami melihat banyak monyet-monyet bergerombol di pinggir jalan. Dan ketika kami menghentikan mobil untuk mencoba mengambil foto mereka, monyet-monyet itu segera menghampiri mobil dan tanpa ragu-ragu mendekati jendela mobil. Anak-anak segera mengambil makanan apa saja yang kebetulan ada di dalam mobil, dan membagikannya untuk para monyet. Seru juga!!! Diantara monyet-monyet itu, ada seekor monyet yang tidak mempunyai tangan. Jadi dia harus makan seperti hewan berkaki empat.

si monyet berlengan buntung

si monyet berlengan buntung di pinggir jalan raya

sekawanan monyet di pinggir jalan raya

sekawanan monyet di pinggir jalan raya

Tak terasa, kami tiba juga di Bukit Tinggi. Cerita tentang Jam Gadang di Bukit Tinggi akan menyusul segera.

Baca juga postingan lainnya :

  • Weekend Gate Away to Padang, Sumatra Barat
  • Bungus, Teluk Bayur dan Pantai Padang
  • Ngarai Sianok dan Lobang Jepang, Bukit Tinggi
  • Jam Gadang, Bukit Tinggi
  • Yang unik, yang menarik dari liburan ke Sumatra Barat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: