Blog-nya si Bunda Wulan

Ngarai Sianok dan Lobang Jepang, Bukit Tinggi, Sumatra Barat

Posted on: February 16, 2009

Catatan : Tulisan ini adalah bagian ketiga dari enam postingan mengenai liburan ke Padang, Sumatra Barat.

SALAH satu tujuan wisata kami ketika berkunjung ke Bukit Tinggi adalah Ngarai Sianok dan Lobang Jepang. Kedua obyek wisata itu terletak di satu tempat yang sama, yang disebut Taman Panorama.

Gerbang masuk ke Taman Panorama (Ngarai Sianok dan Lobang Jepang)
Gerbang masuk ke Taman Panorama (Ngarai Sianok dan Lobang Jepang)
Kami tiba di sana sekitar pukul 8 pagi, suasananya masih sepi. Kabut tipis masih menyelimuti pemandangan alam yang terhampar di hadapan kami. Ngarai Sianok adalah sebuah lembah yang sangat dalam (sekitar 100 meter) dengan lebar 200 meter, yang membentang sepanjang hampir 15 kilometer. Dibawahnya mengalir Sungai Sianok yang bisa diarungi dengan kano atau kayak dari Desa Lambah ke Desa Sitingkai sekitar kurang lebih 3,5 jam. Dinding jurang ini amat terjal, nyaris tegak lurus, dipenuhi dengan tumbuh-tumbuhan menghijau. Menurut tour guide yang memandu kami, banyak tumbuh-tumbuhan obat dan tanaman langka yang hidup di sana, seperti bunga rafflesia dan binatang-binatang liar seperti monyet, siamang, bahkan macan tutul.
Pemandangan ke Ngarai Sianok yang menakjubkan

Pemandangan ke Ngarai Sianok yang menakjubkan

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Puas memandangi keindahan alam anugrah Tuhan, kami melanjutkan langkah kami menuruni jalan setapak dan tangga untuk menuju ke Lobang Jepang (Japanese Tunnel). Yang dimaksud dengan Lobang Jepang adalah gua tempat persembunyian Jepang pada masa Perang Dunia ke-2 yang dibangun oleh para romusha pada masa pendudukan Jepang di Indonesia.
Mulut Lobang Jepang di lihat dari atas

Mulut Lobang Jepang di lihat dari atas

Mulut gua, akses masuk ke Lobang Jepang

Mulut gua, akses masuk ke Lobang Jepang

Untuk dapat masuk ke dalam gua ini, sebelumnya kita harus menapaki 142 anak tangga ke bawah.
Tangga turun untuk masuk ke Lobang Jepang

Tangga turun untuk masuk ke Lobang Jepang

Menurut info dari tour guide yang memandu kami, luas gua ini mencapai 6200 meter dan dibangun di kedalaman 42 meter. Gua ini terdiri dari berbagai ruangan, namun yang paling membuat bulu kuduk berdiri adalah ruang amunisi dan penjara. Ada juga ruang pembuangan yang sebenarnya digunakan untuk membuang jenazah para romusha yang meninggal dunia. Konon kabarnya, jenazah para romusha ini dibuang begitu saja ke sungai sianok dan dibiarkan terbawa arus sungai.
Ruang Amunisi dalam Lobang Jepang

Ruang Amunisi dalam Lobang Jepang

Penjara untuk menawan tawanan perang Jepang

Penjara untuk menawan tawanan perang Jepang

Puas berjalan-jalan dan foto-foto, kini tiba saatnya kami mendatangi toko-toko cindera mata yang letaknya ada di dalam kompleks Taman Panorama. Beragam benda kerajinan bisa diperoleh di sini, mulai dari baju, sulaman, tas, sandal dan sepatu khas Bukit Tinggi, replika rumah gadang, gantungan kunci, mukenah, dan lain sebagainya. Sayangnya karena asyik berbelanja, saya lupa untuk mengambil foto-foto. Tanpa terasa, sejumlah barang sudah berpindah tangan dan waktu pun sudah menjelang siang. Saatnya untuk menuju tempat wisata lainnya.
Baca juga postingnya lainnya mengenai liburan ke Padang, Sumatra Barat:
  • Weekend Gate Away to Padang, Sumatra Barat
  • Bungus, Teluk Bayur dan Pantai Padang
  • Antara Padang, Lembah Anai dan Padang Panjang
  • Jam Gadang, Bukit Tinggi
  • Yang unik, yang menarik dari liburan Sumatra Barat
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: