Blog-nya si Bunda Wulan

Parkir, oh… parkir

Posted on: January 22, 2009

PERNAH punya pengalaman tidak menyenangkan dengan perusahaan pengelola perparkiran (semacam Secure Parking, atau SunParking)?  Kalo saya pernah, sering malahan. Begitu memasuki areal mal atau perkantoran, karcis parkir sudah dapat, berarti argo sudah jalan. Sementara mencari tempat parkir yang kosong, duh…..setengah mati. Kalo di gedung2 perkantoran, umumnya tempat parkir sudah ada labelnya alias ada yg punya, berarti ga bisa parkir di sana. Sebelnya lagi, ga ada petugas parkir yang bisa mengarahkan, dimana bisa parkir. Kalo di mal atau pertokoan, walaupun ada yg menyediakan parkir khusus untuk pengemudi wanita, tapi umumnya tempat yg disediakan amat terbatas, ga sebanding dgn jumlah pengemudi wanita yg datang. So lagi2 harus berjuang cari tempat lain. Pake jasa valet parking? Memang sih praktis. Tapi kalo ada barang yg ketinggalan, dan musti diambil di mobil, malah bingung kan. Mau ga mau terpaksa musti minta tolong petugas valet utk mengambilkan barangnya di mobil. Ya kalo bener barang yg dimaksud yg diambil, kalo salah, jadi kerja dua kali deh.

Setelah dapat parkir, persoalan ga selesai sampai disitu. Pas mo keluar parkir, kita masih harus antri di loket keluar. Sehingga seringkali saya harus membayar 4rb utk parkir 1 jam 1 menit, or 8rb utk 3 jam 1 menit karena lamanya antrian. Walaupun beberapa mal menyediakan fasilitas bayar parkir cepat (bayar parkir di dalam area mal, sebelum ke tempat mobil parkir), namun sering kali tutup, dan hanya buka pada jam2 sibuk di akhir pekan. Pernah juga saya kehilangan karcis parkir, tercecer ntah dimana. Akibatnya saya dikenakan denda sebesar 20rb diluar biaya parkir. Saya sih oke2 aja, memang saya salah koq. Tapi bukankah harusnya hal yg sama berlaku juga? Sebab sebaliknya, kalo petugas ga bisa ngasih tanda terima (kadang2 printernya error, gitu alasannya – masa perusahaan dengan omset ratusan juta SEHARI, ga bisa ganti printer seeeh), kita sebagai konsumen ga bisa nuntut denda apa2. Mustinya kalo mo fair, gantian dong mereka yg bayar saya 20rb, ya ga? Yang saya bingung, kenapa mesin karcis di pintu masuk ga pernah error? Coba kalo error, kita bisa parkir gratis bukan? Hehehe….mimpi kali yeee….

Yang terakhir, ini yang paling menyebalkan. Perusahaan pengelola perparkiran ini sama sekali tidak mau bertanggung jawab atas segala kehilangan barang/kendaraan, atau kerusakan/gores/pecah kaca/pecahlampu dll kendaraan selama kendaraan berada di dalam areal perparkiran mereka. Padahal saat kita mengambil karcis parcis di gerbang masuk, selalu ada kamera yg memotret mobil dan pengendaranya (utk data keamanan), juga ada kamera CCTV di setiap sudut areal parkir. Jadi ada bukti bahwa waktu mobil masuk areal parkir, kondisi lampu mobil misalnya, lengkap dan tidak pecah. Oke lah kalo mereka tidak mau mengganti, setidaknya mereka harusnya punya tanggung jawab moral untuk mengurus hal ini-itu ke kepolisian, ya kan? Apalagi mereka punya rekaman CCTVnya yg bisa membantu penyelidikan. Kita parkir di sana kan bayar mahal. Ini malah kesannya mereka melempar tanggung jawab dan tidak ko-operatif sama sekali. SEBEL….SEBEL….SEBEL!!!!!!!!!

2 Responses to "Parkir, oh… parkir"

saya pernah antri 3 jam hanya untuk registrasi di sunparking🙂 super manual dan lelet

3 jam??? super duper lelet dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: