Blog-nya si Bunda Wulan

Masuk kantor lebih pagi

Posted on: January 7, 2009

TAHUN 2009, Pemda DKI lagi asyik membuat kebijakan-kebijakan kocak dan kontroversional yang sesungguhnya tidak menyentuh akar, apalagi menyelesaikan permasalahan. Contohnya adalah kebijakan jam sekolah yang dimajukan dari jam 07:15 menjadi jam 6:30 (bahkan ada sekolah yang sudah menutup gerbangnya pada jam 06:15). Anak-anak harus bangun lebih pagi, berarti tidur harus lebih awal. Hari giniiii……jam berapa anak-anak harus tidur? Emangnya mereka hidup di zaman batu???

Belum beres urusan sekolah, pagi ini saya mendengar berita tentang kebijakan perubahan jam kerja menurut wilayah di DKI Jakarta, yang akan diberlakukan mulai pekan depan (seminggu setelah perubahan jam sekolah anak-anak). Menurut berita yang saya dengar, perubahan ini tidak hanya berlaku untuk PNS tapi juga untuk perusahaan-perusahaan swasta di DKI Jakarta. Contohnya untuk kantor tempat suami saya bekerja, yang berada di wilayah Jakpus, jam kerjanya akan menjadi 07:30 – 15:30. Wahhh…wahhh…wahhh…. saya musti bangun jam berapa untuk mempersiapkan sarapan buat suami dan anak-anak saya.

Saat ini, jam kerja di kantor tempat suami saya bekerja adalah jam 08:00 – 17:30. Itu resminya. Tapi untuk menghindari macet, suami saya biasanya sudah tiba di kantor dari jam 07:30. Sedangkan pulangnya, karena banyaknya beban pekerjaannya, paling cepat dia meninggalkan kantor jam 19:00. Sering kali jauh lebih malam dari itu. Dan tiba di rumah paling cepat biasanya jam 20:00 di saat anak-anak sudah bersiap-siap mau tidur.

Dengan kebijakan perubahan jam sekolah dan perubahan jam kerja ini, bisa dipasti bahwa anak-anak saya akan semakin sulit bertemu dengan ayahnya sendiri, walaupun tinggal di bawah satu atap. Yang artinya juga makin sulit menciptakan suasana kekeluarga di rumah. Yang artinya juga makin luntur makna kekeluarga dalam sebuah keluarga. Bagaimana bisa membangun keluarga yang sehat jasmani dan rohani dengan nilai-nilai kekeluargaan yang kuat, kalau untuk kebersamaan saja di malam hari sangat susah diatur.

Yang bikin saya bingung, katanya perubahan jadwal ini untuk mengatasi kemacetan yang semakin merajalela di ibukota negeri ini. Gara-gara macet, koq anak-anak sekolah yang dikorbankan? Sakit kepala, koq obat panu yang diminum? Emang sih gara-gara panu, bisa sakit kepala juga. Ehh….ga nyambung, gitu loh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: