Blog-nya si Bunda Wulan

MENIKAH itu RUMIT?

Posted on: December 7, 2008

Beberapa waktu yang lalu, saya dan suami merayakan 10 tahun pernikahan kami. Wow….banyak yang tak percaya kami berhasil menjalani sejauh ini, jika melihat begitu banyak tentangan dari pihak keluarga, kawan dan sahabat, juga tantangan dan halangan yang waktu itu ada di hadapan kami.

Sepuluh tahun menjalani bahtera rumah tangga berbeda agama (ditambah 5 tahun masa penjajakan dan berpacaran) bukanlah hal yang mudah. Tapi saya belajar bahwa kerumitan-kerumitan lebih disebabkan oleh diri egoisme masing-masing pihak, dan sama sekali bukan disebabkan oleh perbedaan tadi. Karena bukankah Tuhan menciptakan perbedaan itu, supaya kita saling mengisi, saling menghargai, saling menjaga, dan saling menghormati? Mayong Suryo Laksono (yang juga menjalani rumah tangga berbeda agama), dalam pengantar buku Keluargaku, Permataku menuliskan konsep sederhana berumah tangga, antara lain konsep saling berbagi, konsep saling setia, pemenuhan nafkah lahir batin, penyediaan sarana dan fasilitas untuk anak-anak berkembang.

Menurut pengalaman saya, ada 4 hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam berumah tangga, yang ingin saya bagikan :

1. KOMUNIKASI

Komunikasi yang baik dan lancar sangat berperan berpengaruh dalam rumah tangga. Seringkali banyak pasangan yang tidak menyadari bahwa sumber permasalahan yang mereka hadapi tak lain adalah mandeknya komunikasi. Misalnya si suami merasa istrinya terlalu menuntut ini-itu, namun ia tak pernah mengutarakannya dengan alasan menjaga perasaan sang istri. Namun ibarat menyimpan bisul dalam daging, setelah sekian tahun memendam perasaan, akhirnya pecah dan terungkap perasaan yang sesungguhnya, dan mungkin pada saat itu sudah terlambat untuk memperbaiki keadaan.

Sebagaimana halnya bahtera, rumah tangga akan selalu melalui air yang tenang, ada kalanya ada riak-riak ombak, ada kalanya angin ribut dan topan badai datang menerpa. Namun dengan komunikasi yang baik, semua hal tersebut akan dapat dilalui dengan baik.

2. TEGUH MEMEGANG KOMITMEN

Rumput tetangga pasti lebih hijau? Ya, pastilah. Selalu ada wanita yang jauh lebih muda, lebih cantik, lebih ramping, lebih segala-galanya. Akan selalu ada pria yang lebih mapan, lebih berpengalaman, lebih tampan, lebih pengertian, lebih segala-galanya juga. Tapi jika kita teguh memegang komitmen awal pernikahan (sekali untuk selamanya, sampai maut memisahkan), segala godaan dan celah-celah perselingkuhan pasti bisa ditangkal. Ikrar untuk saling setia bukanlah hal yang mustahil untuk dijalani, selama komunikasi dengan pasangan lancar, dan segala keinginan (mungkin fantasi) bisa diakomodasi dengan baik pula.

Ucapan “jodoh saya mungkin cuma sampai di sini” atau “sudah tidak ada kecocokan” atau “sudah takdir saya begini” adalah alasan-alasan yang dicari-cari dan cenderung menyalahkan Tuhan atas permasalahan yang terjadi di rumah tangga. Padahal, Tuhan tidak pernah memberikan persoalan yang lebih berat daripada yang dapat kita tanggung. Tinggal bagaimana komitment kita sebagai pasangan untuk menyelesaikan semua persoalan dan masalah yang ada.

Pasangan suami istri

Pasangan suami istri

3. SALING MENDUKUNG

Memberi dukungan berarti memberi ruang dan dorongan supaya masing-masing anggota keluarga dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik . Seorang ibu rumah tangga tetap bisa berperan aktif dan mengaktualisasikan dirinya, sementara sang suami dapat dengan tenang mengejar karirnya, mengetahui anak-anak diurus dengan baik dirumah.

Sayangnya, yang kini sering menjadi masalah, ada pihak yang merasa tertinggal atau bahkan ditinggalkan. Contohnya suami yang kariernya melesat. Kondisi ini harus disikapi dengan saling memberi dukungan. Tak cuma istri yang dituntut untuk menyejajarkan langkah dengan meng-up grade diri. Namun suami pun harus bisa menyesuaikan diri dan membawa serta istrinya untuk penyesuaian diri. Tidak rumit koq selama keduanya benar-benar punya komitmen untuk mengupayakan kebahagiaan keluarga. Ingatlah behind every great man, there is a strong woman.

4. CIPTAKAN RASA NYAMAN

Home sweet home bukanlah sekedar slogan. Suami dan istri harus melakukan effort yang sama dan seimbang dalam menciptakan rumah yang nyaman bagi setiap penghuninya. Dan rasanya nyaman itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan megahnya bangunan fisik rumah, atau lengkapnya fasilitas yang tersedia di rumah, sebab rasa nyaman hanya bisa dirasakan di dalam hati. Rasa nyaman inilah yang membuat suami, istri dan anak-anak rindu untuk segera kembali ke rumah, setelah melakukan aktivitas mereka. Rasa nyaman inilah yang mempersatukan suami, istri dan anak-anak dalam suatu ikatan keluarga, bukan ikatan lembaga hukum semata.

Kesimpulannya, menikah itu tidak rumit. Hanya butuh special effort dalam menjalankannya. Semoga Tuhan senantiasa memberkati pernikahan kami dan pernikahan anda juga.

5 Responses to "MENIKAH itu RUMIT?"

4 lagi : Tanggung Jawab, KEJUJURAN, PENGORBANAN dan SALING MENJAGA KEPERCAYAAN

Kalo mo dielaborate 1 per 1 memang masih banyak lagi. Thx buat inputnya

yup🙂 bentul, pasti akan banyak

Oh gitu ya… jadi pengen cepet2 nikah..

Monggo…tunggu apa lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: