Blog-nya si Bunda Wulan

Kenapa di dunia ini selalu ada untung dan ruginya?

Posted on: December 6, 2008

Tadi siang sewaktu kami sedang duduk di mobil dalam perjalanan ke suatu tempat, si kakak tiba-tiba bertanya, “Kenapa sih Bun, semua-mua di dunia ini ada untung dan ada ruginya?” Bingung atas pertanyaannya, saya balas tanya, “Maksud kakak gimana?” Lalu dia jawab gini, “Ya misalnya naik mobil seperti sekarang ini, kan untung, kita ga kehujanan. Tapi rugi, karena kita kena macet…cet…cet….Jadi lama nyampenya.”

Pertanyaannya itu membuat saya yang sedang duduk di belakang setir mobil terdiam sesaat. Pertanyaan yang sebenarnya sederhana, tapi memiliki makna yang dalam. Saya berusaha mencari kata-kata yang sederhana untuk menjelaskan hal tersebut buat anak usia 8 tahun.

Lalu saya jelaskan bahwa untung dan rugi adalah dua hal yang selalu ada dapat tiap tindakan dan keputusan yang kita ambil. Dengan mengetahui untung dan ruginya suatu tindakan, kita bisa menimbang-nimbang apa yang harus kita lakukan. “Misalnya gini,” kata saya, naik mobil untungnya bisa pergi beramai-ramai, kalo naik motor cuma bisa 2 orang. Kalo naik motor, ga ada AC, kalo naik mobil ada ACnya. Trus pake mobil ga kena hujan, tapi kalo naik motor, bisa kehujanan deh…., tapi memang ga kena macet. Nah…kamu pilih mana?” Si kakak mengangguk-angguk, berpikir, “Naik mobil dong….,” katanya, bawaan aku kan banyak, kalo naik motor, repot dong.”

Pertanyaan sederhana anak saya tadi, membuka jalan bagi saya untuk menerangkan padanya beberapa konsep yang menurut saya, penting dalam kehidupan sehari-hari. Konsep kontradiktif (untung-rugi, hitam-putih, lelaki-perempuan, siang-malam, baik-buruk, kiri-kanan, depan-belakang, gelap-terang, dsb., konsep konsekuensi (sebab-akibat), dan yang terpenting konsep ketuhanan. Akhirnya sepanjang perjalanan siang tadi, yang walaupun macet, jadi tidak terasa, karena kami terlibat pembicaraan seru tentang konsep-konsep tadi.

Yang membuat saya heran dan takjub, kepolosan seorang anak usia 8 tahun membuat dia mempertanyakan berbagai macam hal, yang oleh orang dewasa sering dianggap enteng atau dianggap tidak ada artinya. Dari pertanyaan-pertanyaan semacam itulah, saya belajar untuk menjadi orangtua, bagi si kakak dan si cantik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: