Blog-nya si Bunda Wulan

Posts Tagged ‘yayasan katolik

BEBERAPA hari yang lalu, si cantik, anak saya yang bungsu bersama teman-teman sekolahnya melakukan karyawisata dengan mengunjungi sekolah, panti rehabilitasi dan panti asuhan milik Yayasan Bhakti Luhur yang terletak di Jl. R. E. Martadinata, No. 50B, Pamulang, Tangerang. Perjalanan wisata 125 orang siswa sekolah dasar kelas 1 itu menjadi sebuah perjalanan yang mengharukan serta menyentuh hati anak-anak yang kesemuanya normal secara fisik. Betapa tidak, di tempat itu mereka bertemu, berkenalan, bermain, dan berinteraksi secara akrab dengan 285 anak-anak penderita cacat retardasi mental, autisma berat, down-syndrome, celebral palsy, buta-lowvision, dan tunarungu-wicara dan tuna daksa.

saat anak-anak tiba di halaman panti

saat anak-anak tiba di halaman panti

Pintu masuk ke panti Bhakti Luhur

Pintu masuk ke panti Bhakti Luhur

Begitu menjejakkan kaki ke halaman panti yang dikelola secara swadaya oleh yayasan katolik ini, dan begitu melihat kondisi anak-anak para penghuni panti, saya melihat beberapa anak-anak siswa kelas 1 matanya mulai berkaca-kaca. Mungkin selama ini mereka belum pernah melihat secara langsung penderita cacat retardasi mental, ataupun downsyndrome. Apalagi ketika mereka mendengarkan penjelasan dari pimpinan panti, bahwa  para penghuni panti ini umumnya adalah anak-anak yang disingkirkan oleh keluarganya sendiri karena berbagai alasan. Malu karena mempunyai anak cacat, adalah alasan utama. Alasan lainnya adalah keterbatasan ekonomi sehingga tidak mampu menyediakan fasilitas yang memadai buat si anak, sehingga lebih baik kalau si anak berada di panti yang fasilitasnya memadai. Tak mengherankan kalau 80% penghuni panti ini berasal dari keluarga yang tidak mampu dan tidak hanya yang beragama katolik saja.  
Berinteraksi bersama menyelesaikan pasel

Berinteraksi bersama menyelesaikan pasel

Mewarnai gambar bersama-sama

Mewarnai gambar bersama-sama

Tersenyum ceria

Tersenyum ceria

Namun hal itu tidak berlangsung lama. Tak lama kemudian, anak-anak langsung ceria lagi dan mulai asyik bermain bersama teman-teman baru mereka. Para penghuni panti, yang pada hari ini juga mengenakan seragam sekolah mereka, juga ikut ceria menyaksikan teman-teman mereka dan langsung ikut terlibat bersama-sama menyelesaikan pasel dan mewarnai gambar.

Di tempat ini, para anak-anak penghuni panti mendapat kasih sayang yang berlimpah dari para biarawati dan para pengasuh lainnya. Hampir setiap anak membutuhkan bantuan orang lain untuk setiap aktivitas mereka, dan para biarawati serta para pengasuh dengan sangat sabar dan penuh cinta kasih membantu mereka dalam segala hal, termasuk hal-hal yang paling kecil, seperti membuang hajat ke kamar kecil. Bayangkan!!!

Cacat mental tapi memiliki suara yang sangat merdu

Cacat mental tapi memiliki suara yang sangat merdu

halaman panti asuhan yang asri

halaman panti asuhan yang asri

Sepanjang perjalanan kembali menuju ke sekolah, saya tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan. Mengucap syukur atas kedua anak saya yang normal, sehat, sempurna. Mengucap syukur karena hari itu, si cantik terbuka matanya bahwa ada orang-orang yang butuh perhatian dan kasih sayang dari sesamanya. Mengucap syukur atas para biarawati dan para pengasuh yang tanpa pamrih mencurahkan kasih sayang dan cinta kasih untuk para penghuni panti. Mengucap syukur atas para donatur yang setia memberikan sumbangan untuk biaya operasional panti. Mengucap syukur karena Tuhan menciptakan segala sesuatu baik adanya. Tanpa terasa, saya menyanyikan lagu yang tadi dinyanyikan oleh salah satu anak penghuni panti,  “S’mua baik, s’mua baik, apa yang t’lah Kau perbuat di dalam hidupku. S’mua baik, sungguh teramat baik, Kau jadikan hidupku berarti.”


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.